DURI (RIAUPOS.CO) - Ratusan kepala keluarga (KK) di pedalaman, Kelurahan
Talang Mandi, Kecamatan Mandau mengalami krisis air bersih.
Hujan
deras yang sempat turun beberapa hari lalu belum mampu untuk mengairi
sumur mereka. Akibatnya, warga terpaksa harus membeli air untuk berbagai
keperluan seperti mandi, mencuci serta untuk minum dan memasak.
Lina
(40) warga Jalan Gajah Mada KM 8,5 RW 7, Kelurahan Talang Mandi kepada
Riau Pos di Duri, Rabu (26/3) mengeluhkan musim kering berkepanjangan
tahun ini.
‘’Untuk mandi dan mencuci, selama ini kami warga
setempat terpaksa mengandalkan genangan air di kolam bekas galian. Kini
sudah kering semua, sehingga kami terpaksa beli air,’’ ucap wanita yang
sehari-hari juga menjadi guru PAUD Indah Sejati di Talang Mandi.
Minimnya
sumber air di kawasan itu memuat warga terpaksa memakai air apa adanya.
Meski dari segi kesehatan tidak bagus, warga tidak punya pilihan lain.
‘’Menggunakan
air di kolam genangan bekas galian itu jelas kurang sehat. Kadang
gatal-gatal badan dibuatnya. Tapi apa daya, hanya itu yang ada. Kini
kolam itu pun sudah kering pula,’’ tambahnya.
Lina juga menyebut,
tanki Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat)
yang ada di kawasan setempat pun tidak bisa diharapkan pada musim
kemarau seperti saat ini. Pasalnya, persediaan air Pamsimas pun juga
sudah tidak ada.
Menurutnya, sekarang ini tidak hanya air untuk
minum dan memasak saja harus dibeli, untuk mandi dan mencuci pun
terpaksa dibeli warga setempat.
‘’Untuk mandi dan mencuci,
keluarga kami terpaksa beli air satu tanki sekali tiga hari. Harganya
bervariasi. Kadang Rp50.000, Rp60.000 atau Rp70.000, tergantung
penjualnya. Sedang untuk memasak dan minum, satu hari perlu satu
jerigen. Harganya Rp5.000,’’ ujar Lina.
Diakui wanita berjilbab
ini, daerah Sebanga sejak lama memang dikenal sebagai daerah yang tidak
memiliki sumber air tanah yang bisa diandalkan pada musim kemarau.
Memasuki musim kemarau, sumur tadah hujan pun kering. Karena tidak ada
mata air permanen di daerah ini.
‘’Kita berharap agar ke
depannya layanan PDAM Duri menjangkau sampai ke pelosok daerah ini,’’
harapnya.Lurah Talang Mandi Halazmi Yulizar SSTP MSi yang dikontak
terkait krisis air yang dialami warganya, mangakui, bahwa sebagian besar
wilayah Talang Mandi memang dilanda kekeringan pada musim kemarau
setiap tahun.
‘’Yang ada di Talang Mandi hanya sumur-sumur dan
sering kering di musim kemarau. Karena struktur tanahnya tidak menyimpan
air. Sumur bor pun tak bisa dibikin. Wajar terjadi krisis air di
wilayah ini,’’ katanya.(sah)