Selamat Datang..

Sabtu, 27 September 2014

Kebiasaan Buruk yang Bisa Bikin Anda Dibenci Orang Sekantor atau dimanapun ada

 

1. Memberikan pekerjaan pada orang lain

Dengan alasan minta tolong, saat Anda melimpahkan pekerjaan pada rekan kerja atau bawahan akan membuat  Anda dianggap sebagai orang yang menyebalkan.

Sebab Anda tak bisa begitu saja membuatnya menanggung tanggung jawab yang bukan miliknya.

Setiap orang punya tugasnya masing-masing. Jadi cobalah untuk meminta tolong hanya saat Anda benar-benar memerlukannya.

2. Berisik di jam kerja

Berbicara terlalu keras saat bercakap-cakap dengan rekan kerja atau orang lain di telepon, akan membuat jengkel banyak orang. Mungkin Anda saat itu tengah tak ada pekerjaan, tapi belum tentu yang lain juga sedang bebas.

Kebiasaan berisik di kantor akan mengganggu banyak orang di sana. Jika Anda memiliki kebiasaan tersebut, cepat-cepatlah berubah.

3. Suka mendominasi

Saat Anda mengatur orang-orang di tempat kerja, padahal itu bukan tugas Anda, maka kebiasaan tersebut sangat menyebalkan.

Dengan sikap seperti itu, pegawai lain akan menghindari Anda. Bersikaplah wajar dan jangan mengatur orang lain jika Anda tak ditugaskan untuk melakukannya.

4. Suka ikut campur urusan orang lain

Memberikan pendapat dan nasehat yang tak perlu pada teman sekantor akan dianggap membuat mereka kesal. Anda sebaiknya menghindari mencampuri urusan orang lain yang tak ada hubungan dengan Anda. Berikan pendapat hanya pada orang-orang yang memang menanyakannya.

5. Sulit bekerjasama

Selalu berpendapat negatif pada semua pekerjaan yang dilakukan akan berdampak buruk pada tim kerja Anda. Berikanlah gagasan-gagasan yang bersifat membangun.

Jika Anda ingin menyampaikan kritik, sampaikan dengan cara dan sikap yang benar. Karena saat Anda melakukan kebalikannya, teman-teman kerja akan merasa Anda sangat menyebalkan.

6. Suka bergosip

Menjadi biang gosip agak sulit dihentikan. Membicarakan orang lain, akan membuat rekan kerja Anda merasa tak nyaman. Anda akan membicarakan hal-hal positif untuk diri sendiri dan hal-hal buruk soal lain. Kebiasaan seperti itu benar-benar menyebalkan. (Ndw)

Minggu, 21 September 2014

Peserta Qurban Masjid Ar-Rahmah 2014

No Nama
1 SAFRIZON
2 PELI SARIUS
3 RAT PELI
4 TASWIR
5 IKHWAN RAMBE (RW12)
6 ISMAR
7 IRIANDI
8 YUSNIDAR
9 H. BAINAR
10 HJ. SYAMSUARNI
11 JEFRI
12 NURBAYA
13 NANA
14 DONA RAHMAYANTI




Sumber: Panitia Qurban   Masjid Ar-Rahmah 16 Sept 2014

























Sabtu, 20 September 2014

Satu Warung dan Dua Petak Rumah Ludes Terbakar di Talang Mandi


Satu Warung dan Dua Petak Rumah Ludes Terbakar di Talang Mandi
Dua warga menyaksikan kebakaran yang meluluhlantakkan sebuah warung kaca film dan dua petak rumah di Simpang Wonosobo RT 1 RW 10, Kelurahan Kelurahan Talang Mandi, Duri, Rabu (11/6/2014). Foto: syukri datasan/riau pos
DURI (RIAUPOS.CO) - Dua petak rumah yang dikontrak M Fadly dan Oyong dekat Simpang Wonosobo RT 1 RW 10, Kelurahan Talang Mandi, Duri ludes terbakar, Rabu (11/6) dini hari. Tidak ada korban jiwa maupun yang cedera dalam kebakaran yang bermula sekitar pukul 01.30 WIB tersebut. Saat mobil pemadam kebakaran sampai sekitar pukul 02.00 WIB, bangunan rumah tersebut sudah rontok.

Sumber api penyebab kebakaran ini belum diketahui pasti. Sementara kerugian materil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Pasalnya, amat sedikit barang-barang yang berhasil diselamatkan pemilik. Satu unit sepeda motor pun ikut terpanggang dalam insiden dinihari itu.

Rini (27) istri dari M Fadly menyebutkan, saat kejadian, suaminya sedang tidak di rumah. Fadly pergi ke Simpang Tiga Sebanga membeli sate menggunakan mobil. Begitu sampai di rumah dia dapati rumah kontrakannya sudah ludes dilahap si jago merah.

‘’Saat api membesar, saya langsung menyelamatkan keempat anak kami lewat pintu belakang. Setelah anak-anak berada di luar, saya kembali masuk untuk mengambil perhiasan dan uang. Tapi tidak berhasil. Yang dapat diselamatkan hanya satu unit TV dan BPKB mobil,’’ ujarnya.

Menurut Rini, api pertama kali terlihat di samping kanan rumah. Dalam sekejap langsung bergejolak lalu menyambar sepeda motor yang terletak di tengah warung kaca film dan asesoris di depan rumah. Dalam waktu singkat lidah api pun menyambar dua pintu rumah di bagian belakang. ‘’Saya sempat mencoba memadamkan api, tapi tidak berhasil,’’ tambah Rini sedih.

Ketua RT 01 RW 10 Talang Mandi, Dedi Setiawan kepada wartawan di TKP dinihari itu menyebutkan, kebakaran pertama kali diketahui petugas ronda. Melihat listrik meredup, mereka curiga lalu berkeliling. Dari kejauhan terlihat kepulan asap tebal dan cahaya terang. Sesampainya di TKP, petugas ronda langsung membangunkan warga sekitar. Ketua RT pun diberitahu. ‘’Saat saya sampai, rumah ini sudah hangus,’’ kata Ketua RT, Dedi.

Jumat, 19 September 2014

Warga Talang Mandi Krisis Air Bersih

DURI (RIAUPOS.CO) - Ratusan kepala keluarga (KK) di pedalaman, Kelurahan Talang Mandi, Kecamatan Mandau mengalami krisis air bersih.

Hujan deras yang sempat turun beberapa hari lalu belum mampu untuk mengairi sumur mereka. Akibatnya, warga terpaksa harus membeli air untuk berbagai keperluan seperti mandi, mencuci serta untuk minum dan memasak.

Lina (40) warga Jalan Gajah Mada KM 8,5 RW 7, Kelurahan Talang Mandi kepada Riau Pos di Duri, Rabu (26/3) mengeluhkan musim kering berkepanjangan tahun ini.

‘’Untuk mandi dan mencuci, selama ini kami warga setempat terpaksa mengandalkan genangan air di kolam bekas galian. Kini sudah kering semua, sehingga kami terpaksa beli air,’’ ucap wanita yang sehari-hari juga menjadi guru PAUD Indah Sejati di Talang Mandi.

Minimnya sumber air di kawasan itu memuat warga terpaksa memakai air apa adanya. Meski dari segi kesehatan tidak bagus, warga tidak punya pilihan lain.

‘’Menggunakan air di kolam genangan bekas galian itu jelas kurang sehat. Kadang gatal-gatal badan dibuatnya. Tapi apa daya, hanya itu yang ada. Kini kolam itu pun sudah kering pula,’’ tambahnya.

Lina juga menyebut, tanki Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) yang ada di kawasan setempat pun tidak bisa diharapkan pada musim kemarau seperti saat ini. Pasalnya, persediaan air Pamsimas pun juga sudah tidak ada.

Menurutnya, sekarang ini tidak hanya air untuk minum dan memasak saja harus dibeli, untuk mandi dan mencuci pun terpaksa dibeli warga setempat.

‘’Untuk mandi dan mencuci, keluarga kami terpaksa beli air satu tanki sekali tiga hari. Harganya bervariasi. Kadang Rp50.000, Rp60.000 atau Rp70.000, tergantung penjualnya. Sedang untuk memasak dan minum, satu hari perlu satu jerigen. Harganya Rp5.000,’’ ujar Lina.

Diakui wanita berjilbab ini, daerah Sebanga sejak lama memang dikenal sebagai daerah yang tidak memiliki sumber air tanah yang bisa diandalkan pada musim kemarau. Memasuki musim kemarau, sumur tadah hujan pun kering. Karena tidak ada mata air permanen di daerah ini.

‘’Kita berharap agar ke depannya layanan PDAM Duri menjangkau sampai ke pelosok daerah ini,’’ harapnya.Lurah Talang Mandi Halazmi Yulizar SSTP MSi yang dikontak terkait krisis air yang dialami warganya, mangakui, bahwa sebagian besar wilayah Talang Mandi memang dilanda kekeringan pada musim kemarau setiap tahun.

‘’Yang ada di Talang Mandi hanya sumur-sumur dan sering kering di musim kemarau. Karena struktur tanahnya tidak menyimpan air. Sumur bor pun tak bisa dibikin. Wajar terjadi krisis air di wilayah ini,’’ katanya.(sah)